Apa dampak yang ditimbulkan dari persetujuan linggarjati, perjanjian renville, perundingan roem-royen, kmb, pepera, dan penetapan deklarasi djuanda, mohon bantu
IPS
diva7777
Pertanyaan
Apa dampak yang ditimbulkan dari persetujuan linggarjati, perjanjian renville, perundingan roem-royen, kmb, pepera, dan penetapan deklarasi djuanda, mohon bantuannya segera
1 Jawaban
-
1. Jawaban yasminesafnamaulika
1. Dampak Positif Hasil Perjanjian Linggarjati
a. Adanya pengakuan Belanda secara de facto mengakui kekuasaan pemerintah RI atas Jawa, Madura dan Sumatera
b. Dari perundingan linggarjati, berturut-turut negara asing kini mengakui kekuasaan RI seperti..
Inggris: 31 Maret 1947
Amerika Serikat 17 April 1947
Mesir 11 Juni 1947
Lebanon: 29 Juni 1947
Suriah: 2 Juli 1947
Afganistan: 23 September 1947
Burma: 23 November 1947
Saudi Arabia: 24 November 1947
Yaman: 3 Mei 1948
Rusia: 26 Mei 1948
2. Dampak Negatif Hasil Perjanjian Linggarjati
1. Belanda dapat membangun kembali kekuatan di Indonesia
2. Banyak masyarakat dan kalangan indonesia yang menetang mulai dari Partai Masyumi, PNI, Partai Rakyat Indonesia, dan Partai Rakyat Jelata. dimana partai tersebut menyatakan bahwa bukti lemahnya pemerintah Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan negara Indonesia.
3. Pemimpin perundingan linggarjati Indonesia yaitu Sutan Syahrir dianggap memberikan konsensi bagi Belanda membuat sebagian besar anggota Partai Sosialis di Kabinet dan KNIP menarik dukungannya kepada Syahrir pada tanggal 26 Juni 1947.
Dampak perundingan Renville bagi Indonesia dan Belanda
*Dampak Perjanjian Renville bagi Indonesia
1. Indonesia terpaksa menyetujui dibentuknya RIS melalui masa peralihan
2. Indonesia kehilangan sebagian daerah kekuasaannya karena garis Van Mook terpaksa harus diambil Belanda
3. Pihak RI harus mengambil pasukannya yang berada di daerah kekuasaan Belanda dan kantong-kantong gerilya masuk ke daerah RI
4. Wilayah RI makin sempit dan dikurung oleh daerah-daerah kekuasaan Belanda
5. Timbulnya reaksi kekerasan dikalangan pemimpin RI yang mengakibatkan jatuhnya Kabinet Amir Syarifuddin karena dianggap menjual negara ke Belanda
6. Perekonomian Indinesia diblokade oleh Belanda
*Dampak bagi Belanda adalah:
1. Berdaulat penuh atas seluruh wilayah Indonesia sampai Republik Indonesia Serikat terbentuk
2. Wilayah yang dikuasai Belanda pada Agresi Militer I menjadi wilayah penduduk Belanda
Dampak dari Perjanjian Roem-Royen
Dengan tercapainya kesepakatan dalam perjanjian Roem-Royen maka Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera memerintahkan Sri Sultan Hamengku Buwono IX untuk mengambil alih pemerintahan di Yogyakarta dari tangan Belanda.
Pihak TNI dengan penuh kecurigaan menyambut hasil persetujuan itu. Namun, Panglima Besar JenderalSoedirman memperingatkan seluruh komando di bawahnya agar tidak memikirkan masalah-masalah perundingan.
Untuk mempertegas amanat Jenderal Soedirman itu, Panglima Tentara dan Teritorium Jawa, Kolonel A.H. Nasutionmemerintahkan agar para komandan lapangan dapat membedakan gencatan senjata untuk kepentingan politik atau kepentingan militer.
Dampak Konferensi Meja Bundar
Penyerahan kedaulatan yang dilakukan di negeri Belanda bertempat di ruang takhta Amsterdam, Ratu Juliana, Perdana Menteri Dr. Willem Drees, Menteri Seberang Lautan A.M.J.A. Sasseu, dan Drs. Moh. Hatta melakukan penandatanganan akta penyerahan kedaulatan. Pada saat yang sama di Jakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Tinggi Mahkota Belanda, A.H.S. Lovink dalam suatu upacara di Istana Merdeka menandatangani naskah penyerahan kedaulatan.
Dengan penyerahan kedaulatan itu, secara formal Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia dan mengakui kekuasaan negara Indonesia di seluruh bekas wilayah Hindia Belanda, kecuali Irian Barat yang akan diserahkan setahun kemudian. Sebulan kemudian, yaitu pada tanggal 29 Januari 1950, Jenderal Sudirman, Panglima Besar Angkatan Perang Republik Indonesia meninggal dunia pada usia yang cukup muda, yaitu 34 tahun. Beliau adalah tokoh panutan bagi para anggota TNI.