tlg dong buatkan teks negoisasi tentang sangketa motor
B. Indonesia
ticketGorden
Pertanyaan
tlg dong buatkan teks negoisasi tentang sangketa motor
1 Jawaban
-
1. Jawaban fitri2161
Pembeli : (berjalan mendekati penjual) Selamat siang.
Penjual : (mempersilahkan duduk) Selamat siang, silahkan duduk. Dengan Pak Aziz
bukan ?
Pembeli : Benar, saya yang menghubungi anda tadi pagi.
Penjual : Baiklah, langsung ke intinya saja, apa benar Pak Aziz tertarik dengan sepeda
motor yang saya iklankan di OLX?
Pembeli : Betul. Dari iklan tersebut, saya tertarik ingin melihat fisik asli sepeda motor
tersebut secara dekat, karena berdasarkan foto yang saya lihat,
kelihatannya sepeda motornya masih dalam keadaan bagus.
Penjual : Oh itu betul sekali, sepeda motor itu peninggalan kakek saya, tapi
kondisinya masih bagus.
Pembeli : Memangnya mengapa anda ingin menjual sepeda motor tersebut?
Penjual : Sepeda motor ini sudah tidak pernah dipakai lagi.
Pembeli : Oh begitu! Bisa saya lihat sepeda motornya sekarang?
Penjual : Tentu, tentu. Lewat sini Pak Aziz. (Berjalan menuju samping rumah)
Pembeli : Oh, baik.
Penjual : Nah, ini sepeda motornya, masih bagus bukan?
Pembeli : Iya. Persis seperti di foto itu ya.
Penjual : Tentu saja, sepeda motor ini selalu saya rawat, satu butir debu pun tidak
akan saya biarkan menyentuh sepeda motor ini (Tersenyum simpul)
Pembeli : Wah bagus itu. Kalau boleh tahu, sepeda motor ini keluaran tahun berapa?
Penjual : Sepeda motor ini keluaran tahun 1975.
Pembeli : Mmm, Boleh saya cek perlengkapannya?
Penjual : Oh ya, silahkan.
Pembeli : Terimakasih. (Langsung mengecek sepeda motor tersebut)
Penjual : (Setelah Pak Aziz selesai mengecek sepeda motor tersebut). Bagaimana?
(sambil tersenyum)
Pembeli : Ya, benar-benar masih terawat.(berjalan kembali ke tempat awal) Bicara
mengenai barang kan sudah jelas ni. Bagaimana kalau kita bicarakan
masalah harganya?
Penjual : Nah, untuk masalah harga, setelah saya cari informasi dari berbagai sumber,
saya mematok harga Rp 3.000.000,00, itu masih bisa nego.
Pembeli : Waaah, untuk sepeda motor keluaran tahun 75 cukup tinggi ya harganya.
Penjual : Iya, ini kan sepeda motor antik, Pak. Sekarang kalau begitu berapa tawaran
dari Pak Aziz ?
Pembeli : Sebenarnya saya cuma punya anggaran sekitar 2 juta. Itu pun tidak cash hari
ini.
Penjual : Masalah cash itu tidak usah terlalu dipikirkan Pak Aziz. Kalau kesepakatan
harga sesuai, saya bisa memberi waktu untuk pelunasannya. Sekarang
berapa tawaran dari bapak?
Pembeli : Gimana kalau 2 juta?
Penjual : Waahh, itu terlalu jauh, Pak. Pak Aziz kan sudah tahu kondisi motornya.
Pembeli : Kalau dilihat dari keadaan sepeda motor, betul sih, keadaannya masih
bagus, tapi anggaran saya cuma segitu, bagaimana kalau saya naikkan 200
ribu?
Penjual : Kalau segitu , belum bisa, Pak. Bagaimana kalau saya beri pilihan, kalau Pak
Aziz benar-benar menginginkan sepeda motor ini, saya bisa kasih waktu
2 minggu untuk bapak melunasi sisa harganya. Bagaimana Pak Aziz?
Pembeli : Alternatif yang bagus. Sebenarnya saya memang tertarik dengan sepeda
motor ini. Tapi masalah harga yang belum sesuai. Bagaimana kalau saya
tambahi 250 ribu?
Penjual : Baiklah Pak Aziz , bagaimana kalau kita ambiltengah-tengahnya saja,
2,5 juta, itu sudah saya kurangkan 500 ribu kan. Jika masih dibawah dari
harga ini, saya tidak bisa melepas sepeda motor ini. Jadi bagaimana?
Pembeli : Okelah, tetapi pembayarannya sesuai dengan alternatif yang tadi, berarti
yang 500 ribu akan saya bayar dalam jangka waktu 2 minggu kedepan.
Penjual : Mmm, bisa-bisa. Jadi pembayarannya tunai atau bagaimana?
Pembeli : Uangnya nanti saya transfer saja.
Penjual : Ooh, baik. Sekarang silakan bapak tanda tangan disini (sambil mengajukan
surat bukti jual beli). Terimakasih Pak Aziz, senang bekerja sama dengan
anda. Semoga bapak beruntung dengan sepeda motor ini. (berjabat tangan)
Pembeli : Terimakasih kembali. Saya juga merasa senang bekerja sama dengan anda.
Lebih baik