Biologi

Pertanyaan

Jelaskan penerapan prinsip bioteknologi konvesional dapat dilakukan pada proses?

1 Jawaban

  • Penerapan prinsip bioteknologi konvensional dapat dilakukan pada proses fermentasi. Proses fermentasi memanfaatkan mikroorganisme sehingga menghasilkan suatu produk. . Melalui proses fermentasi, bahan makanan tertentu diubah menjadi makanan bentuk lain sehingga mempunyai cita rasa lebih dan menarik serta mengandung nilai gizi lebih tinggi.  

    Pembahasan

    Bioteknologi adalah teknologi pemanfaatan makhluk hidup untuk menghasilkan produk yang berguna bagi manusia. Salah satu jenis bioteknologi adalah bioteknologi konvensional yang dalam prosesnya menggunakan prinsip fermentasi (memanfaatkan mikroorganisme dalam proses biokimiawi.

    Ciri bioteknologi konvensional:

    1. penerapan teknik-teknik biologi, bioteknologi, dan rekayasa genetika yang masih terbatas
    2. masih menggunakan mikroorganisme seadanya
    3. belum mengembangkan teknik sampai tingkatan molekuler yang terarah
    4. belum sepenuhnya steril (bebas dari mikrobia yang tidak diinginkan)
    5. jumlah produknya relatif sedikit/terbatas
    6. kualitasnya belum terjamin

    Penggunaan mikroorganisme dalam bioteknologi berperan dalam produksi makanan dan minuman. Pada saat ini, sebagian besar makanan yang dikonsumsi diproduksi dengan memanfaatkan mikroorganisme. Melalui proses fermentasi, bahan makanan tertentu diubah menjadi makanan bentuk lain sehingga mempunyai cita rasa lebih dan menarik serta mengandung nilai gizi lebih tinggi.  

    Sebagai contoh beras ketan dan sigkong diubah menjadi tapai, kedelai menjadi tempe atau kecap, dan air kelapa menjadi sari kelapa (nata de coco).  

    Awalnya proses fermentasi dilakukan secara tradisional, namun saat ini prosesnya dilakukan secara ilmiah menggunakan tekologi mutakhir sehingga menghasilkan produk berkualitas dan lebih beraneka ragam.

    Pelajari lebih lanjut tentang fermentasi dan alkohol di:  brainly.co.id/tugas/21381357.  

    Bioteknologi yang memanfaatkan mikroorganisme memiliki beberapa manfaat antara lain:  

    • Meningkatkan kandungan gizi dari hasil produk bioteknologi berupa makanan dan minuman karena telah terjadi perubahan kandungan zat dari bahan makanan tersebut misalnya tempe.
    • Menciptakan sumber makanan baru
    • Dapat membuat makanan yang tahan lama, contohnya ikan asin.
    • Dapat meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat.  
    • Secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian rakyat karena bioteknologi sederhana tidak banyak membutuhkan biaya sehingga masyarakat kecil bisa membuat dan menjual hasilnya untuk keperluan hidup sehari-hari.

    Pelajari lebih lanjut tentang peran mikroorganisme dalam bioteknologi di: brainly.co.id/tugas/21256981.  

    Berikut ini contoh-contoh produk makanan/minuman hasil bioteknologi beserta mikroorganisme khususnya bakteri dan bahan yang berperan:  

    1. Keju mozarella dengan bahan dasar susu sapi/kerbau menggunakan bakteri Streptococcus thermophillus.
    2. Keju lunak dan setengah lunak dengan bahan baku susu dengan bantuan Penicillium requeforti dan Penicillium camemberti.
    3. Sosis dengan bahan daging sapi/ dagig babi dibantu oleh Pediococcus cereviceae.
    4. Mentega dengan bahan baku susu dibantu oleh Streptococcus diacetilactis dan Leuconostoc citrovorum.
    5. Saus ikan (petis) dengan bahan baku ikan kecil dibantu oleh Lentibacillus halophilus.
    6. Kimchi dengan bahan baku kubis/sayuran lainnya dengan bantuan Lactobacillus kimchii.
    7. Penggunaan Acetabcter xylinum untuk mengubah air kelapa menjadi nata de coco.
    8. Yoghurt dibuat melalui proses pasteurisasi dan fermentasi. Mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan yoghurt yaitu Lactobacillus bulgaricus.
    9. Biji kopi dengan bahan buah kopi dibantu oleh Erwinia dissolvens.
    10. Keju keras dengan bahan susu dibantu oleh Propioni shermanii.

    Kelebihan bioteknologi tradisional antara lain:

    1. Biaya produksi murah
    2. Teknologi menggunakan peralatan sederhana
    3. Pengaruh jangka panjang sudah diketahui  

    Namun, beberapa kelemahan bioteknologi konvensional yaitu:

    1. Perbaikan genetik tidak terarah
    2. Memerlukan waktu relatif lama
    3. Belum ada kajian prinsip-prinsip ilmiah
    4. Hasil tidak dapat diperkirakan sebelumnya
    5. Tidak dapat mengatasi ketidaksesuaian genetik
    6. Hanya diproduksi dalam jumlah kecil/sedikit
    7. Prosesnya relatif belum steril sehingga kualitas hasilnya belum terjamin  

    Pelajari lebih lanjut tentang dampak negatif bioteknologi di: brainly.co.id/tugas/21037632.

    Detil jawaban  

    Kelas: 3 SMP  

    Mapel: Biologi

    Bab: Bioteknologi

    Kode: 9.4.7

    #AyoBelajar

Pertanyaan Lainnya