apa itu ekosisitem perkotaan
Biologi
intan28111
Pertanyaan
apa itu ekosisitem perkotaan
1 Jawaban
-
1. Jawaban putriyeoja01
EKOSISTEM PADA KAWASAN PERKOTAAN
Sejarah pekembangan kota menunjukkan bahwa pada awal tahun 1800 masyarakat yang hidup di ekosistem perkotaan diperkirakan hanya 1,7% dari seluruh populasi dunia. Pada saat itu masyarakat hidup di pedesaan dengan lingkungan hidup agraris. Hadirnya masyarakat industri pada akhir tahun 1800-an memulai kecenderungan terjadinya urbanisasi secara global. Pada tahun 1950 populasi masyarakat kota meningkat menjadi 28%, pada tahun 1985 mencapai 42%, dan pada tahun 2000-an akibat pertumbuhan pesat dari penduduk kota menyebabkan setengah penduduk dunia akan tinggal pada kota-kota besar. Tidak mengherankan jika pada saat ini disebut sebagaiurban millineum.
Para pakar managemen perkotaan berpendapat bahwa hal demikian itu disebabkan karena semakin meningkatnya kesadaran terhadap tuntutan kehidupan di perkotaan yang lebih nyaman atau ‘sustainable” secara ekologis. Untuk menciptakan suatu ekosistem perkotaan yangsustainable dalam artian dinamis, nyaman dan berbudaya (tertib dan teratur), maka pemahaman masyarakat perkotaan (urban society) terhadap bagaimana sebuah kota bekerja sebagai sistem ekologis merupakan conditio sine qua non. Pemahaman ini akan membawa masyarakat perkotaan dapat mengendalikan titik singgung penting antara aksi manusia dengan kualitas lingkungan hidup perkotaan.
Peningkatan jumlah penduduk di ekosistem perkotaan dimbangi dengan pertumbuhan ekonomi kawasan dan aset pembangunan seperti infrastruktur kota, jaringan jalan, gedung-gedung perkantoran, apartemen, dan lain-lain. Namun demikian terjadi pula peningkatan perubahan bentang alam, konversi lahan, peningkatan ketidakteraturan, berkurangnya kebersihan dan meningkatnya volume sampah serta pencemaran udara serta air. Di samping itu, muncul permasalahan yang berkaitan dengan hadirnya organisme-organisme vektor penyakit (hama permukiman). Kehadiran organisme vektor penyakit ini merupakan bagian dari masalah yang muncul pada ekosistem kota.
Lingkungan perkotaan mengalami perkembangan dan pembangunan yang sangat cepat dan mudah berubah-ubah. Urbanisasi, pemukiman dan gedung – gedung yang vertical, ketersediaan makanan, sampah, energy dan air bersih menjadi masalah yang pelik dikota-kota besar.
Habitat – habitat yang memberikan kesempatan beberapa jenis organism untuk beradaptasi adalah:
Onggokan sampah memberikan tempat hewan nocturnal untuk mencari makan.Hewan nocturnal dapat membawa berbagai macam organisme pathogen yang hidup parasit.Bagian bawah atap rumah yang dihuni oleh burung –burung untuk berkembang biak dan bersarangDrainase air yang mengandung bahan-bahan organic dihuni oleh ikan, berudu, nyamuk yang dapat menjadi vector berbagai macam penyakit.Dinding dan tembok dihuni tanaman pionir dan hewan pionir.Taman berfungsi sebagai keindahan dan estetika kota untuk mengimbangi bentuk massif jalan, gedung-gedung dan rumah yang kaku serta tandus. Taman dibuat oleh manusia yang menyebabkan vegetasi yang ada sebagai habitat jenis burung, serangga, cecak, dan tupai. Didalamnya terjadi rantai makanan dan siklus hara yang relative pendek. Hal ini wajar, mengingat jenis tumbuhan yang ditanam tidak seragam. Dengan adanya vegetasi ditepi jalan dan tanah lapang mengundang jenis burung untuk bersarang, mencari makan dan bertengger. Jenis burung yang umumnya adalah burung gereja, pipit, jalak, kutilang, dan lainnya.Dinding dan tembok pagar atau rumah dapat dihuni oleh tanaman dan hewan. Tanaman yang sering di temui antara lain lumut daun, lumut kerak, paku-pakuan, tanaman perayap. Hewan yang terlihat antara lain laba-laba, semut dan cecak. Koloni organisme yang berada didinding dipengaruhi oleh tipe dan usia material bagunan, tipe dan usia cat. Dinding dan tembok baru tidak langsung dihuni organisme karena material bangunan masih bersifat racun dan tidak sesuai sebagai makanan tumbuhan.
maaf klo salah :)