jenis jenis pergeseran peran
Sosiologi
sintia267
Pertanyaan
jenis jenis pergeseran peran
1 Jawaban
-
1. Jawaban KomangListya1
Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, perbedaan peran sosial antara pria dan wanita semakin memudar.
pada dasarnya tujuan utama setiap manusia adalah “BERTAHAN HIDUP DAN MEMILIKI KETURUNAN”, meerka akan melakukan hal apa saja demi mencapai tujuannya.
sekarang wanita bisa melakukan SEMUA yang bisa dilakukan pria. Wanita memiliki kesempatan yang sama dengan pria.
Dan dipicu oleh beberapa pria yang tidak bertanggung jawab, banyank wanita yang mengaku secara terang-terangan bahwa merka TIDAK MEMBUTUHKAN pria. saya yakin andapun mengenal beberapa wanita yang seperti ini.
Wanita TIDAK BUTUH pria, karena tanpa pria pun wanita jaman sekarang bisa memenuhi tujuan utama mereka bertahan hidup dan memiliki keturunan.
Wanita bisa memiliki pekerjaan yang lebih baik, gaji yang lebih besar, dan mencapai kesuksesan dengan usaha dirinya sendiri. malahan banyak wanita suskses secara finansial pergaulan sosial dibanding pria.
Banyak wanita yang telah mencapai kesuksesan memutuskan untuk tidak menikah. Wanita-wanita seperti ini sudah banyak sekali. anda pun tahu.
Untuk meilindungi diri dan harta bendanya, wanita tidak butuh pria. Karena masrakat kita sudah memiliki sistem keamanan dan hukum yang kuat. Apalagi kebutuhan akan makanan dan tempat tinggal, sudah pasti terpenuhi tanpa pria.
Bertahan hidup sendirian bukan maslah lagi bagi wanita.
Untuk memenuhi kebutuhan seksual dan emosional wanita bisa mendapatkannya dari wanita lain, terbukti sudah banyak wanita menjadi lesbia sekarang ini. Untuk memenuhi keturunan pun, dijaman sekarang ini wanita bisa melakukannya tanpa bantuan peia sama sekali. Lewat inseminasi artifisial, bayi tabung, dsb.
Kasarnya, bagi wanita-wanita seperti itu : pria hanya dibutuhkan untuk spermanya saja.
munkin itu adalah contoh kasus yang ekstrim, tapi itu adalah kenyataan yang banyak terjadi dimasyarakat kita dwasa ini. Suatu kenyataan yang tidak bisa disangkali dan dihindari. Dan akan terus terjadi.
Semuanya terjadi berkat feminisme.
Istilah “feminisme” baru mulai populer ditahun 1970 an. Ini mengacu pada pergerakan kaum wanita dibelahan dunia barat yang menginginkan persamaan hak dalam politik, sosial, budaya, dan ekonomi antara pria dan wanita.
Wanita tidak lagi puas denga hanya menjadi istri yang baik dan ibu rumah tangga yang mengurusi anak dan memasak. mereka tidak ingin lagi menjadi pendamping setia yang penurut.
Merka ingin mendapatkan semua yang pria bisa dapatkan.
Alasan mereka sederhana: karena manusia memiliki derajat yang sama terlepas dari jenis kelaminnya, dan terutama, karena selama ini pria telah semena mena menyalah gunakan kekuasaan dan hak yang dimiliki.
Wanita merasa telah menjadi korban, dan protes dengan keras. Dan protes mereka bukan saja telah didengar, tapi juga telah merubah dunia.
Sejak saat itu kaum wanita di seluruh dunia bersatu dalam sebuah semangat dan tujuan untuk menjadi sosok yang independen dan tidak bergantung pada pria. Untuk menjadi sosok yang mencapai kesuksesan denga kekuatan sendiri.
Kebanggan dan harga diri menjadi seorang wanita. Dan merka begitu kompak dan sehati.
Tentu ini adalah hal yang baik. Karena wanit jelas berhak untuk memiliki kehidupan yang layak, perlindungan hukum, pendidikan yang tinggi, persamaan hak dan politik, sosial dan ekonomi. Ini menandakan kemajuan peradaban masyarakat manusia.
Tapi, kaum wanita tidak puas hanya denganpersamaan hak. Mereka terus menerus, sedikit demi sedikit, perlahan namun pasti, merubah nilai-nilai sosial yang telah menjaga kita sebagai nenek moyang kita ratusan ribu tahun yang lalu.
Mereka membentuk sebuahdinia dimana wanita dihargai, diutamakan dan di istimewakan lebih dari pada pria. yang jelas sangat bertentangan dengan prinsip awal gerakan feminisme itu sendiri : PERSAMAAN hak antara peia dan wanita.
Dan mereka telah berhasil. Sangat berhasil , malah.
Saya bukan berbicara mengenai feminisme ala ibu kita Kartini yang membela hak-hak wanita di desa terpencil, suku-suku di Afrika, atau wilayah Arab, dimana wanita sering di aniaya dan tidak memiliki hak sama sekali.
dalam kasus ini, saya justru mendukung penuh persamaan hak bagi wanita!
Tapi saya berbicara mengenai feminisme ala Sex and the City dan Cosmopolitan : Fun, Fearless Woman yang membuat wanita jadi merasa tidak membutuhkan pria