Tong buatkan naskah drama malin kundang dengan pemain 7+1(narator)
B. Indonesia
Putrihestiaulia2471
Pertanyaan
Tong buatkan naskah drama malin kundang dengan pemain 7+1(narator)
1 Jawaban
-
1. Jawaban rgitaa29
1. Malin Kundang
2. Mande
3. Rasyid
4. Saudagar
5. Putri
Pada jaman dahulu kala di Pantai Air Manis, Padang Sumatera Barat ada seorang janda bernama Mande Rubayah, janda tersebut mempunyai seorang anak laki laki bernama Malin Kundang Kundang. Malin Kundang sangat disayangi ibunya lantaran sejak ia kecil sudah ditinggal oleh sang ayah. Malin Kundang pun telah tumbuh dewasa , dan ia merasa harus bisa merubah kehidupan ekonomi keluarganya. Pada suatu hari Rasyid, yang tidak lain adalah teman Malin Kundang mengetahui bahwa ada kapal besar yang sedang bersandar dipantai Air Manis dan ia berniat mengajak Malin Kundang untuk ikut merantau bersamanya.
Rasyid : Asalamualaikum Wr. Wb.
Malin Kundang : Walalaikum Salam Wr. Wb. Oh kamu, ada apa Rasyid?
Rasyid : Ada kabar baik untuk kita berdua. Saya tadi melihat ada sebuah kapal besar yang sedang bersandar di pantai Air Manis siapa tau kita bisa ikut merantau lewat kapal itu, maukah engkau ikut merantau denganku?
Malin Kundang : Wah kebetulan sekali saya juga bosan hidup miskin saya mau merubah nasib, ya saya mau sekali jadi kapan kita mulai berangkat?
Rasyid : Bagaimana kalau besok pagi?
Malin Kundang : Ya sudah lebih cepat lebih baik, tetapi saya harus meminta restu kepada ibuku dulu.
Rasyid : Baik besok saya tunggu kau di dermaga jam 9 .
Malin Kundang : Iya terimakasih sobat .
Malam harinya Malin Kundang segera meminta restu kepada ibunya yang baru saja pulang bekerja
Malin Kundang : Ibu saya mau merubah nasib kita ...
Mande : Bagaimana caranya?
Malin Kundang : Tadi pagi saya di beri tahu Rasyid ada kapal yang sandar di pantai desa kita jadi kami akan pergi merantau lewat kapal itu
Mande : Malin Kundang, apakah kau tega meninggalkan ibumu yang sudah tua ini sendirian?
Malin Kundang : Malin Kundang juga tidak tega, tapi Malin Kundang juga ingin merubah nasib kita dan menjadi kaya.Malin Kundang sudah bosan hidup miskin terus menerus bu.
Mande : Ya sudah Malin Kundang kalau memang demikian keinginanmu, ibu juga menginginkan agar kau menjadi orang kaya dan sukses, ibu hanya dapat mendo'akan supaya engkau berhasil. Kapan engkau akan berangkat, anakku?
Malin Kundang : Malin Kundang berangkat besok pagi bu.
Mande : Secepat itukah nak, kau meninggalkan ibu sendirian?
Malin Kundang : Iya bu. Doakan Malin Kundang agar selamat sampai tujuan.
Keesokan harinya, Malin Kundang disertai oleh ibunya dan Rasyid pergi menuju ke pantai desa mereka, tempat kapal besar itu bersandar.
Mande : Berhati-hatilah Malin Kundang! Doa Ibu akan selalu menyertaimu.
Malin Kundang : Baik ibu! Tunggulah Malin Kundang pulang dengan harta yang cukup untuk kita berdua.
Begitulah, Malin Kundang dan Rasyid berangkat menuju ke tanah perantauan. Sedangkan, ibu Malin Kundang tetap tinggal di Kampung Pantai Air Manis.
Pas tiba ditempat perantauan, Rasyid dan Malin Kundang beristirahat disebuah warung.
Malin Kundang : Bagaimana kita, kita akan kerja apa?
Rasyid : Tidak tahu Malin Kundang, saya juga sedang memikirkannya.
Tiba-tiba seseorang di warung tersebut mendengar percakapan Malin Kundang dan Rasyid.
Saudagar : Apakah kalian benar sedang mencari pekerjaan?
Rasyid : Benar, Tuan!
Saudagar : Kebetulan saya sedang mencari 2 orang pekerja. Apakah kalian mau bekerja di tempatku?
Rasyid : Tentu saja kami mau Tuan. Kapan kami dapat mulai bekerja?
Saudagar : Kalian bisa mulai bekerja besok pagi di rumah saya.
Malin Kundang : Rumah Tuan dimana?
Saudagar : Mari ikutlah denganku.